Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 6

Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 6by adminon.Cerita Sex Gratifikasi Donat – Part 6Gratifikasi Donat – Part 6 BAB III . CROISSANT DONAT HEADLINE NEWS DUA TEVE PUKUL 24. SAYA JUWITA LEILA. PEMIRSA, DUA JAM YANG LALU, DETASMEN ANTI KORUPSI TELAH MELAKUKAN OPERASI TANGKAP TANGAN KEPADA TUJUH ORANG TERDUGA KORUPSI. .KAMI TELAH TERHUBUNG DENGAN REPORTER LAPANGAN DION SATRIA YANG KINI BERADA DI GEDUNG PERTEMUAN XXX. DION SILAKAN LAPORAN […]

multixnxx-Alaina comes home from school to find her -6 multixnxx-Alaina comes home from school to find her -7 multixnxx-Alaina comes home from school to find her -8Gratifikasi Donat – Part 6

BAB III . CROISSANT DONAT

HEADLINE NEWS DUA TEVE PUKUL 24. SAYA JUWITA LEILA. PEMIRSA, DUA JAM YANG LALU, DETASMEN ANTI KORUPSI TELAH MELAKUKAN OPERASI TANGKAP TANGAN KEPADA TUJUH ORANG TERDUGA KORUPSI.

.KAMI TELAH TERHUBUNG DENGAN REPORTER LAPANGAN DION SATRIA YANG KINI BERADA DI GEDUNG PERTEMUAN XXX. DION SILAKAN LAPORAN ANDA!!, suara indah presenter wanita menemani para pemirsa televisi yang belum bisa tidur.

TERIMA KASIH JUWITA! PEMIRSA, DI BELAKANG SAYA, TENGAH DIBAWA MENUJU MOBIL TAHANAN, LIMA ORANG TERDUGA KORUPSI YANG BERHASIL DITANGKAP TANGAN OLEH DETASEMEN ANTI KORUPSI SATU JAM YANG LALU. MEREKA TERDIRI DARI SUAMI ISTRI BUPATI KEBUPATEN XXX, DAN TIGA ORANG AJUDANNYA, YANG SEMPAT MELAKUKAN PERLAWANAN SEBELUM DITANGKAP., gambar kamera menyorot lima orang tengah tertunduk dikelililingi petugas.

Dion telah berhasil mengundang timnya ke lokasi untuk mengambil gambar. Kameranya masih rusak.

.DETASEMEN ANTI KORUPSI SEBELUMNYA JUGA TELAH BERHASIL MENANGKAP DUA ORANG TERDUGA KORUPSI LAINNYA DARI HOTEL XXX DALAM DUGAAN KASUS KORUPSI. KAMI BELUM BISA MENDAPATKAN INFORMASI DARI DETASEMEN ANTI KORUPSI APAKAH KETUJUH ORANG YANG DITANGKAP PADA MALAM INI TERSANGKUT PADA KASUS YANG SAMA ATAU TIDAK. JUWITA!, dengan wajah tetap fresh Dion menatap kamera.

DION UNTUK DUA ORANG YANG DITANGKAP DI HOTEL XXX SIAPA SAJA MEREKA??, presenter bertanya.

YA JUWITA, SATU ORANG DIANTARA MEREKA ADALAH PRIA BERINISIAL S, BERUSIA PERTENGAHAN EMPAT PULUHAN, BEKERJA SEBAGAI PENGUSAHA. SEDANGKAN SATU ORANG LAINNYA ADALAH SEORANG WANITA BERUSIA AWAL DUA PULUH TAHUN, BERPROFESI SEBAGAI MAHASISWI.

APAKAH ADA DUGAAN GRATIFIKASI SEKSUAL DALAM KASUS INI DION??.

SUMBER DARI DETASEMEN ANTI KORUPSI YANG BERHASIL SAYA WAWANCARAI MENYEBUTKAN ADA DUGAAN KUAT TELAH TERJADI GRATIFIKASI SEKSUAL DI HOTEL XXX. SAYANGNYA SAMPAI SAAT INI KAMI BELUM MENDAPATKAN IDENTITAS PARA PELAKU, KARENA HARUS MENUNGGU KONFRENSI PERS DARI JURI BICARA DETASEMEN ANTI KORUPSI YANG DIJADWALKAN AKAN DIMULAI PUKUL SATU DINI HARI, JUWITA, Dion menutup laporannya.

JADI ADA KONFRENSI PERS SEBENTAR LAGI DION??.

BETUL SEKALI JUWITA.

BAIK TERIMA KASIH DION. PEMIRSA, REPORTER DUA TEVE DION SATRIA MELAPORKAN DARI GEDUNG PERETEMUAN XXX.

Yaak CUTTTT!!!!, kru televisi memberi aba-aba. Dion menarik nafas lega. Tugasnya tinggal satu. Dini hari, Kantor memintanya marathon menuju ke markas besar detasemen anti korupsi untuk meliput konfrensi pers yang akan diadakan pukul satu.

Yon ayo berangkat!! stasiun teve saingan kita telah berada di lokasi!!.

Oke Bro, Dion kembali melangkahkan kakiknya menuju mobil. Tubuhnya masih bertenaga wartawan sudah biasa menghadapi agenda marathon dari pagi hingga pagi lagi.

Bro bayaran gua besar kan?? gue punya video semua operasi penangkapan barusan!!.

Gak terlalu besar Yon, gambar loe dari ponsel doank.

Kamera gue hancur bro! walaupun dari ponsel doank gak ada lagi yang punya!!. Loe bilang deh sama kantor buat bayar gambar gue mahal!! kalo gak gue jual ke teve lain!!, Dion mengancam, mereka pasti mau beli mahal!!!.

Slow Bro!!! iye iye gue loby kantor buat bayar mahal buat karya loe!!.

Gitu donk Bro!! gampang nanti loe dapet bagian!!.

Serius loe Yon??.

Iye lah masak gue boong!!.

Dion merebahkan dirinya pada sofa mobil. Kantuk sudah menyerangnya, namun dia harus tetap terjaga. Diambil ponselnya kemudian menyalakan pemutar video. Dilihatnya aksi paling heroik yang dilakukan oleh seorang wanita terekam dalam ponselnya. Pengawal Bupati sempat mencengkram ponselnya namun gagal karena si wanita telah terlebih dahulu menendang wajahnya.

Ketika pengawal roboh dan berusaha membalas tendangan si wanita, tangan Dion masih memegang ponsel dalam kondisi merekam. Segala kejadian setelahnya terekam secara otomatis. Dion mengulang ulang adegan ketika si wanita mengerling serta tersenyum indah. Sebuah senyum terindah yang Dion pernah saksikan.

Terus dilang-ulangnya adegan itu.

Febi, Cantik sekali kamu, batinnya dalam hati.

***

Ctek..cteekkcteekkkk, bunyi keyboard laptop ditekan ritmis terdengar dalam sebuah ruangan.

Nama saudari siapa??.

Miranti.

Ctekcteekkcteeekkkk, Tombol keyboard terus ditekan.

Apakah saudari Miranti merasa ditekan atau diintimadasi dalam penyidikan ini??.

Tidak, Miranti melirik ke atas ruangan semput interogasi. Dua buah cctv menyorot telak ke arahnya, semakin membuatnya tidak nyaman.

Ctekcteekkkcteeekkkkkkk.

Febi menatap proses interogasi dari balik layar. Proses interogasi direkam secara seksama lengkap dengan suara kemudian dikirim ke ruang operasi tempat Febi berada. Meski sudah larut malam detasemen anti korupsi terus bekerja untuk mengumpulkan bukti maupun saksi.

Tiap orang pegawai dalam Detasmen yang bertugas bertempur melawan korupsi ini sadar menghadapi perkara korupsi barang bukti sangatlah vital. Tersangka bisa segera melenyapkan barang bukti begitu salah seorang diantara mereka tertangkap. Mereka harus bergerak cepat.

Kamu gak mau nyidik Pak Bupati atau Samir??, seorang pria datang membuat Febi terkejut.

Pak Ramlan, Siap! Bapak mengagetkan saya saja, Febi hendak berdiri namun dicegah oleh Pak Ramlan. Duduk saja tenang!, lanjut Beliau. Serius sekali kamu Feb, Pak Ramlan membawakan secangkir kopi. Ini Kopi untukmu.

Harus Pak! terima kasih banyak.

Bapak ulangi pertanyaannya kamu gak mau nyidik.

Tidak Pak.

Kenapa??.

Saya lebih tertarik dengan saksi.

Miranti??.

Benar pak.

Alasannya??.

Tersangka pasti menutup informasi, saksi yang akan membuka.

Bagus sekali Febi.

Terima kasih Pak Ramlan.

Soal wartawan., Pak Ramlan menyinggung topik yang sensitive buat Febi.

Siap, Febi bersikap sikap sempurna dalam posisi duduk. Dia sadar telah berbuat salah dan siap menerima resikonya.

Tindakanmu Bapak bela dan tidak akan diangkat ke atas! Dion juga tidak menuntut apa-apa. Tapi jangan kamu ulangi lagi tindakan serampangan seperti itu!!.

Siap Pak!, Febi patuh.

Kita harus akrab dengan wartawan! mereka adalah pressure group bagi para koruptor.

Pressure Group Pak??.

Betul! pemberitaan wartawan membuat koruptor jadi berpikir dua kali untuk melakukan perbuatannya.

Tapi tetap banyak saja para koruptor berkeliaran meskipun terus diberitakan Pak.

Perlu waktu Febi!! kita tak bisa buru-buru. Semua perlu waktu dan proses.

, Febi terdiam namun masih belum puas.

Ramlan dapat menangkap anak buahnya masih belum dapat menerima penjelasannya, Kamu masih belum bisa terima penjelasan bapak ya??.

Betul Pak, Febi tersenyum.

Ya sudah kalo begitu besok kamu ikut masuk dalam grup yang akan berangkat ke kabupaten xxx untuk melakukan penggeledahan! Dilapangan kamu bisa belajar betapa penting hubungan antara wartawan dengan kita. Kamu siap?? .

Febi selalu siap Pak.

Bagus!!

***

Pada sebuah rumah yang mungil dan sepi ditelan gelapnya malam, seorang anak muda tengah duduk termenung. Entah kenapa dia tidak bisa tidur. Padahal besok dia harus bertugas kembali untuk mendampingi Bupati kebanggan masyarakatnya.

Ada acara besar malam ini yang dihadiri Bupati di luar kota, namun bukan dia ajudannya. Sebagai pendatang baru di dunia ajudan, laki-laki dengan paras tampan ini tau diri. Tugas luar masih belum diperuntukkan baginya. Selama empat bulan terakhir dia baru mendampingi pak Bupati dalam kota saja.

Dia masih bujangan. Sudah banyak wanita wanita manis mendekatinya namun dia belum tertarik. Buatnya pekerjaan masih merupakan prioritas utama. mau dikasih makan apa istrinya kelak bila dia tidak sungguh sungguh bekerja sekarang. Dalam segudang pikiran dia memutuskan menyiapkan pakaian tugas untuk esok hari.

Breeetbreeettt, baru saja hendak memasang atribut baju. Ponselnya bergetar.

Halo.

Firman ini David.

O ya gimana Pak David? Pak Bupati sudah pulang??.

Bapak ditangkap anti korupsi Firman.

HAHHH ANTI KORUPSI???, Firman bergetar ketakutan.

Segera kemari ya!! bawakan baju baju bapak sama ibu, juga kasih tau keluarga besar beliau agar segera ke kantor Anti Korupsi.

Siap.

Malam ini juga kamu sudah harus berangkat.

Siap Firman akan berangkat malam ini.

Firman.

Ya Pak David??.

Telpon Juki untuk melakukan pembersihan.

Siap.

***

Sheila melangkahkan kaki ke lantai dua membawa tas koper yang merupakan barang bukti peristiwa dari hotel xxx. Persiapan jumpa pers sudah tinggal lima menit lagi. Para pimpinan Anti Korupsi termasuk juru bicara telah siap memberikan keterangan kepada wartawan. Mereka tinggal menunggu barang bukti dari tim yang bertugas untuk memperkuat keterangannya.

Ckleeek, Shiela membuka isi koper dan memperlihatkan pada para pimpinan Anti Korupsi uang bergepok-gepok yang tersaji dari dalam koper.

Terima kasih petugas, kata ketua Anti Korupsi.

Siap Pak, Sheila melangkahkan kaki meninggalkan ruang jumpa pers. Perutnya lapar dan dia perlu makan. Restoran dua puluh empat jam banyak terdapat di kantornya bertugas, dia tinggal melangkahkan kaki sejenak saja sudah bisa tiba di lokasi.

Sheila sangat suka donat. Berbagai macam donat sudah dia coba. Baginya tidak ada hidup tanpa donat. Sehabis membeli satu lusin donat Sheila kembali ke kantor. Baru setengah jam dia meninggalkan kantor, jumpa pers pasti masih berlangsung, maka Sheila memutuskan menghindari pintu masuk dan memilih lewat jalur belakang.

Jalur belakang sudah mulai sepi. Beberapa mobil teve dengan parabola pemancar besar untungnya membuat jalur belakang masih aman buat dilalui oleh wanita.

Ibu ngapain disitu!!!!.

Sheila melihat seorang Ibu tua mengendap-ngendap meletakkan sesuatu dibelakang gedung Anti Korupsi. Melihat kedatangan Sheila, ibu itu berlari tunggang langgang berusaha melarikan diri.

Hoohhhooohhhoooohhh, Sheila berusaha mengejar Ibu itu. sayang kemampuan aerobiknya memang tergolong biasa saja sehingga dia segera ngos-ngosan dan menghentikan pengejaran.

Sheila memegangi lututnya berusaha mengembalikan nafasnya. Sniifffsniifff, ada bau aneh yang dia rasakan tak jauh dari tempatnya berdiri. Sheila menghampiri bungkusan kresek besar yang diletakkan ibu tadi dibelakang gedung kantornya.

Bau busuk mulai menyerang hidung Sheila. Dengan rasa ingin tau yang besar dia buka isi kresek hitam itu.

.., apa yang disaksikannya membuat Sheila mual dan langsung melempar kresek hitam itu ke tanah kemudian berlari ke semak-semak.

Hoooeeeekkkk, Sheila seketika muntah demikian banyak. Semua donat dalam perutnya keluar ke tanah hingga membuat sebuah croissant / bulan sabit di tanah. Kresek itu rupanya berisi kepala kambing lengkap dengan darahnya yang dicampur bunga melati dan kemenyan. Ketika semua barang aneh itu dicampur yang timbul tentu rasa mual.

Huuhhh mereka mengguna-guna kami pake kepala kambinghhoooeeeeekk.

***

Sekumpulan Pria berwajah seram dengan pakaian hitam-hitam keluar dari sebuah rumah kemudian bergerak cepat menggunakan mobil yang dikendarai dengan kencang. Mereka baru saja ditelpon ajudan Bupati dan ditugaskan melakukan pembersihan.

Para pria ini orang terlatih dan cekatan, dalam waktu singkat mereka memasuki sebuah gedung instansi pemerintahan. Melakukan gerakan cepat kemudian keluar berlari terbirit-birit masuk lagi ke dalam mobil.

Sepeninggal mereka gedung Instansi pemerintahan yang didatangi tiba-tiba mengeluarkan asap dari atap gedung. asap kemudian membesar menjadi kobaran api yang mulai melalap seluruh bangunan gedung.

KEBAKARAN.KEBAKARANN.KEBAKARAN, teriakan histeris mulai terdengar.

BERSAMBUNG

Author: 

Related Posts